BupatiPamekasan, menyampaikan, bahwa pihaknya telah mendapat legitimasi dan museum rekor dunia-indonesia (MURI) sebagai Kabupaten tercepat mendirikan mal pelayanan publik (MPP) pada tahun 2019. Saat itu, dirinya masih belum genap 100 hari mengabdikan diri menjadi orang nomor satu itu di bumi gerbang Salam.
PAMEKASAN Achmad Faisol, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Berkomitmen untuk memperbaiki layanan administrasi kependudukan (adminduk) kepada masyarakat. Mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) ini bercerita, dirinya mendapatkan pesan khusus dari Bupati Baddrut untuk mempermudah semua
BeritaBaru Madura, Pamekasan - Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Baddrut Tamam menyampaikan beberapa gagasannya saat menjadi pemateri dalam acara Sarasehan Kepulauan di Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Kamis (4/3/2021). Bupati yang akrab disapa Mas Tamam itu mengungkapkan, perwajahan Pamekasan dan Indonesia secara umum masa depan bisa dilihat dari anak muda saat ini.
LENSAINDONESIACOM: Di sela-sela kunjungannya di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Bupati Pamekasan Badrut Tamam mengajak seluruh ASN (Aparatur Sipil Negara) mewujudkan cita-cita Bhajra, Rajha tor Parjugha melalui spirit "Pamekasan Hebat". Dalam kesempatan itu, Badrut Tamam mengunjungi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan Dinas Sosial (Dinsos) yang terletak di Jalan
indopersnet, Pamekasan - Bupati Pamekasan Meresmikan Mall Pelayanan Publik (MPP) Dan Layanan Administrasi kependudukan dan pencatatan sipil ( Dukcapil) tangguh, di Gedung Islamic Center, jalan raya Panglegur, Pamekasan Madura Jawa Timur.Rabu. (22/9/2021) Dalam kegiatan itu, Hadir Bupati Pamekasan, Forkopimda, juga pejabat lingkungan pemerintah kabupaten Pamekasan, sebelum meresmikan umur
Caborbasket pada event bupati cup pamekasan sukses terlaksana, inilah daftar juaranya. Kadisporapar pastikan event ini digelar rutin. Skip to content. Home; PROFIL; LAYANAN. Fasilitas Olahraga; Bupati Cup: Cabor Basket Sukses Terlaksana, Ini Daftar Juaranya. Admin August 5, 2022
.
- Sejumlah anggota DPRD Pamekasan menangis saat menggelar rapat paripurna pemberhentian dengan hormat Wakil Bupati Raja'e pada Senin 15/2/2021. Raja'e meninggal saat dirawat karena positif Covid-19 pada 31 Desember 2020. Pemimpin rapat, Fathor Rohman mengaku, tak kuasa menahan haru atas meninggalnya Raja'e. Sebab, wakil bupati itu dikenal baik, rendah hati, dan bersahaja."Pak Wabup orang baik, kawan sejati yang baik hati, sekaligus lawan politik yang berintegritas," kata Rohman usai rapat seperti dikutip dari Antara, Senin. Baca juga Istri Melahirkan 7 Jam Setelah Wakil Bupati Pamekasan Rajae Diberhentikan Meski pernah menjadi rival pada Pilkada Pamekasan 2018, Rahman menilai Raja'e memiliki kedewasaan berpolitik. Bagi Rohman, Raja'e tak cuma teman, tetapi juga juga Isak Tangis Warnai Rapat Paripurna Pemberhentian Wakil Bupati Pamekasan Rajae Suasana haru juga tampak saat Wakil Ketua DPRD Pamekasan Syafiudin membacakan putusan tentang pemberhentian Raja'e. Syafiudin tak kuasa menahan air mata. Putusan itu dibaca dengan suara yang terbata-bata. Bahkan, seorang anggota DPRD Pamekasan dari Partai Persatuan Pembangunan PPP Ali Maskur langsung keluar ruangan sembari menangis sesegukan. Bupati Pamekasan Baddrut Tamam juga merasa sangat kehilangan atas wafatnya Raja'e. Ia mengaku memiliki kesan luar biasa selama berjuang mengabdi kepada masyarakat bersama almarhum Raja'e.
Ketua DPD PAN Pamekasan, Heru Budi Prayitno Pamekasan, Media Madura – Ketua Dewan Perwakilan Daerah DPD Partai Amanat Nasional PAN Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur Heru Budi Prayitno ikut menanggapi pernyataan Bupati Baddrut Tamam yang tidak mengakui partai koalisinya. Menurutnya, pernyataan tersebut tidak masalah karena sampai saat ini belum ada pernyataan resmi dari Baddrut Tamam di hadapan semua partai pengusung. Bahkan, Heru meyakini Baddrut Tamam tidak mempunyai pemikiran seperti itu. “Ini satu-satunya Bupati di dunia yang menyatakan bahwa tidak ada lagi partai koalisi. Namun, perlu diingat saja, dulu waktu mencalonkan Bupati dia berangkat dari mana, bisa mendaftar ke KPU dari mana,” terang Heru Budi Prayitno, Senin 5/11/2018. Tapi, ungkap Heru, jika semua itu memang benar-benar terjadi, partai koalisi akan menjahuinya, dan tidak bisa membayangkan pemerintahan Berbaur selama 5 tahun ke depan. “Kalau pernyataan itu memang benar, pasti tidak ada Parpol yang mau berkoalisi lagi dengan dirinya,” ucapnya. Ketika disinggung mengenai perseteruan antara Bupati Baddrut Tamam dengan anggota Komisi II DPRD setempat Harun Suyitno yang menyuruh anggota DPRD belajar kembali jika ada yang mengatakan program Berbaur tidak masuk dalam RAPBD 2019. “Ini ada dua antara teks dan konteks. Teksnya apa dia mengatakan bahwa suruh belajar dan konteksnya belajar apa dulu. Seharusnya anggota DPRD nanyak ke Bupati belajar dalam konteks apa,” pungkasnya. Seperti diketahui PAN bersama PKB, PKS dan Gerindra adalah partai pengusung pasangan Baddrut Tamam- Raja’e pada pemilihan bupati-wakil Bupati Kabupaten Pamekasan tahun 2018. Reporter Zubaidi Editor Ahmadi
PAMEKASAN - Ada 34 bupati yang pernah memimpin Kabupaten Pamekasan sejak tahun 1530 sampai tahun 2023. Selain bupati definitif, juga ada bupati dengan status pelaksana tugas Plt. Berikut ini nama-nama bupati Pamekasan dari masa ke masa 1. Panembahan Ronggo Sukowati, Bupati Pamekasan, periode 1530-1616. 2. Pangeran Purboyo dan Pangeran Jimat, Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan, periode 1616-1624. 3. Pangeran Megatsari, Bupati Pamekasan, periode 1624. 4. R. Kanoman dan Wirosari Ghung Seppo Sumenep, Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan, periode 1685. 5. R. Dhaksena dan Adikoro I, Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan periode 1685-1708. 6. R. Sasena dan Joyonegoro, Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan, periode 1708. 7. R. Asral dan Adikoro II, Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan, periode 1708-1737. 8. R. Sujono dan Adikoro III, Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan, 1737-1743. 9. R. Ismail dan Adikoro IV, Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan, periode 1743-1750. 10. Adiningrat, Bupati Pamekasan periode 1750-1752. 11. R. Alsari dan Cokroadiningrat I Ghung Seppo Pamekasan, Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan periode 1752-1800.
Laporan Wartawan Kuswanto Ferdian PAMEKASAN - Pemerintah Kabupaten Pemkab Pamekasan, Madura, menggelar penandatanganan memorundum of understanding MoU penyerahan dana hibah bantuan partai politik Banpol tahun anggaran 2023 di Peringgitan Dalam Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Selasa 30/5/2023. Penandatanganan MoU tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam bersama ketua partai politik parpol yang didampingi bendahara parpol. Hadir pula dalam kesempatan itu, Sekretaris Daerah, Masrukin, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset, Syahrul Munir, serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Cahya Wibawa. "Alhamdulillah hari ini saya senang, mulai kemarin teman-teman kalau ketemu saya bilang segera cair pak bupati. Sekarang saya pastikan bulan ini pasti cair," kata Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam mengawali sambutannya. Bupati yang akrab disapa Mas Tamam ini merinci dana banpol tahun ini naik dari Rp menjadi Rp per satu suara. Baca juga PKB dan PPP Makin Mesra, Ra Wazir Minta Baddrut Tamam Kembali Nyalon Bupati Pamekasan Pilkada 2024 Sehingga setiap partai mendapatkan banpol dengan nominal berbeda sesuai dengan perolehan suara pada pemilihan legislatif Pileg tahun 2019. Sementara, partai yang memperoleh banpol tertinggi adalah partai persatuan pembangunan PPP yang mencapai Rp dari perolehan suara sebanyak "Tambahannya lebih dari 100 persen, sehingga kita ini bisa menciptakan politik yang kondusif, serta bisa menciptakan kader yang produktif, kader partai yang luar biasa," harap Mas Tamam. Dia mengajak pimpinan parpol untuk menciptakan atmosfer positif dan produktif, sebab dengan atmosfer itu akan bisa melahirkan tokoh nasional. Atmosfer positif itu saran dia tidak saling menjelekkan atau bahkan menjatuhkan antara satu dengan lainnya. "Kalau situasi dan suasananya masih seperti ini sulit dapat tokoh hebat, berpikir transformatif. Tidak mungkin lahir pemimpin hebat dalam suasana antagonisme, sifat antagonisme ini bisa dilihat dari ekspresi masing-masing," tegasnya. Mas Tamam. berharap partai dengan perolehan banpol paling sedikit sama-sama memiliki semangat tinggi melakukan kaderisasi, menciptakan atmosfer politik yang edukatif dan produktif, atau tidak meretakkan persaudaraan antar satu dengan yang lainnya. "Terakhir dari saya, beda antara keris dengan besi, untuk menjadi keris perlu bertapa lama, perlu menyerap hal positif, keluar dari kebiasaan. Selamat berjuang, mudah-mudahan damai, tenang, dan sukses," doanya.
Sidoarjo - Massa pendukung calon bupati Pamekasan Achmad Syafii dan Khalil Asy'ari, mendatangi kantor Pengadilan Tata Usaha Negara PTUN Surabaya, di jalan Letjen Sutoyo, Medaeng, Waru Sidoarjo. Mereka memberikan dukungan kasus sengketa Pilkada 2013 yang ada di Kabupaten yang menamakan Koalisi Masyarakat dan Mahasiswa Pamekasan KOMPAS, menuding KPUD Pamekasan diduga berkonspirasi dengan pasangan incumbent Bupati Pamekasan Kholilurahman dengan pasangannya."Panwas merekomendasikan pasangan incumbent. Tapi mendiskualifisikan Achmad Syafii berpasangan dengan Khalil Asy'ari, yang mencalonkan diri sebagai Bupati Pamekasan periode 2013-2018," kata Hanafi, salah seorang pendukung Achmad Syafii dan Khalil Asy'ari, kepada Selasa 27/11/2012. Tidak hanya itu, lanjut Hanafi, KPUD juga mencabut penetapan calon bupati pamekasan. Dan justru kini membuka pendaftaran baru untuk para calon yang mau maju sebagai bupati periode 2013-2018. Tapi, pendukung dari mantan Bupati Pamekasan Achmad Syafi’i dan Khalil Asy'ari ASRI dari partai Demokrat, PPP, PKS dan Hanura cukup menyesalkan sikap Panwaslu tidak fair dalam pendaftaran calon bupati pamekasan saat ini karena, pasangan Kholilurahman dengan pasangannya saat ini Masduki yang tidak mempunyai ijazah bisa meloloskannya jadi calon incumbent."Pasangan incumbent tidak mempunyai ijazah, justru diloloskan untuk maju kembali mencalonkan bupati pamekasan periode 2013-2018. Tapi yang mempunyai ijazah yakni Achmad Syafii dan Khalil Asy'ari, justru didiskualifikasi. Lantaran nama Khalil tidak sesuai dengan yang ada di ijazah mulai tingkat MI, MTS dan MA bernama Halil," terang koordinator nama tersebut sudah diganti, masih kata Hanafi, setelah Halil maju mencalonkan diri sebagai legislative jadi Khalil Asy’ari yang kini jadi ketua DPRD kabupaten Pamekasan. Dan sudah dinonaktifkan untuk maju mencalonkan diri sebagai wakil bupati berpasangan dengan Achmad Syafi’i."Makanya dengan ketidak fairnya dalam pemilihan kepala daerah Pamekasan, masyarakat dari pendukung Achmad Syafii dan Khalil Asy'ari menggugat KPUD Pamekasan ke PTUN Surabaya," terpisah, M. Sholeh kuasa hukum dari pasangan Achmad Syafii dan Khalil Asy'ari yang sudah mengajukan gugatan terhadap KPUD Pamekasan di PTUN Surabaya, meminta agar bersikap adil. Karena, kliennya itu mempunyai ijazah yang asli dan dikeluarkan oleh Kanwil Departemen Agama Jatim waktu itu."Makanya kita menggugat KPUD Pamekasan ke PTUN dengan nomor 144/G/2012/ yang isinya dan intinya agar PTUN Surabaya meloloskan pasangan Achmad Syafii dan Khalil Asy'ari," kata M. Sholeh singkat kepada bdh/bdh
bupati pamekasan dari partai